Saat ini, aku hanya diam memandang bintang. Memandang langit penuh dengan tangis senyum ceria. Bulan dengan manisnya menatap sang bintan, bertanya dan bercerita. Tapi aku tetap diam bersama dengan laptop yang tetap setia bersama. Pikiranku melayang, mengingat sosok yang membuatku tetap mengingat sosok itu. Wajahnya, suaranya, hinga senyumnya.
Siapa dia? Hust, jangan kepo. Saat dia berada sedikit lebih dekat, aku sempat berfikir “Andai dia mampu melihat kearahku.” Maksudnya melihat aku. Dan ingat, dia normal kok, gak buta dan gak tuli. Hanya saja dia enggan menatapku, karena ada tatapan yang lebih mengenakkan dari pada aku. Haha.
Inilah kejujuran dna kebodohan. Aku hanya diam. Tidak berusaha mendekat ataupun mencoba lebih akrab. Aku ingin Allah yang menyatukan. Dipertemukan dan disatukan dengan caranya. Caranya yang selalu penuh dengan mistery. Mungkin saja dia memang jodoh yang Allah berikan dan Allah takdirkan. Dengan caranya dia akan datang dan membawa begitu banyak cinta. Hehe.
Tiap melihat senyumnya itu lho. Peh,, dunia seakan tiada penghuni. Yang lain hanya ngontrak belaka. Senyumnya buat semua menghilang. Tawanya, suaranya benar-benar membuat meleleh. Lelaki dengan senyum manis, suara lembut, dan yang pasti sholatnya itu lho buat bener-bener gemes. Sosok yang emang patut buat jadi imam. Hehe
Tapi ternyata dan ternyata, semua seakan hancur. Hancur saat tau dia telah bersama yang lain. Tapi tenang kawan, meski jarak memisahkan dengan bentangan luasnya lautan dan jauhnya jarak daratan, kuasa Allah tetap akan mendekatkan. Hati kita satu meski kita tak saling sapa. Ciee… hehe.
Dalam do’aku namanya selalu tersebut. Berharap Allah akan mengabulkan. Meski ku hanya mencintaimu dalam diam, namun do’aku selalu terpanjatkan. Ya Allah, mau satu yang kayak dia boleh? Kalau tidak dia saja boleh? Jadikan dia untuk imam bagi hambamu yang penuh dengan dosa ini. Jika dia jodohku, maka dekatkan kami dan satukan kami dengan caramu ya Allah. Tapi jika dia bukan jodoh yang kau tuliskan untuk hamba, maka tolong jadikan dia takdir hamba, hehe. Please ya Allah,, pengen dia.
ConversionConversion EmoticonEmoticon